2010/02/03

FANFIC SUJU ^^

tokoh-tokohnya ..

Min-Hee-Cho ~ Teukie > mahasiswa beasiswa, Ara Min-Hee-Cho ~ Teukie> mahasiswa beasiswa, Ara
Jung Cho ~ Hee Chul > pelayan IndoResto, Mai Jung Cho ~ Hee Chul> pelayan IndoResto, Mai
talithaxoxo ~ HanKyung > kolab sama suju, Talitha talithaxoxo ~ HanKyung> kolab sama suju, Talitha
siz_cha ~ Yesung > turis, Sisca siz_cha ~ Yesung> turis, Sisca
Coddie mushuu ~ KangIn > turis, Coddie Coddie mushuu ~ Kangin> turis, Coddie
lalemfdh ~ Shindong > pemilik IndoResto, Lale lalemfdh ~ Shindong> pemilik IndoResto, Lale
amanda07 ~ Minnie > kolab sama suju, Manda amanda07 ~ Minnie> kolab sama suju, Manda
jess_wirastari ~ Hyukie > kolab sama suju, Jess jess_wirastari ~ Hyukie> kolab sama suju, Jess
laiquendy ~ Hae > mahasiswa beasiswa, Desy laiquendy ~ Hae> mahasiswa beasiswa, Desy
MJ! MJ! ~ Siwon > kolab sama suju, MJ ~ Siwon> kolab sama suju, MJ
Miss_XaPi ~ Wookie > kolab ma suju, Luna Miss_XaPi ~ Wookie> kolab ma suju, Luna
Nadia ~ KiBum > Artis indo, ntar jadi pemeran sampingan di film kibum, Nadia Nadia ~ KiBum> Artis indo, ntar jadi Pemeran sampingan di film kibum, Nadia
dwee ~ Kyu > kerja di SM, Dewi Dwee ~ Kyu> kerja di SM, Dewi
ladyry ~ Henry > kerja di SM, Monik ladyry ~ Henry> kerja di SM, Monik
princess26 ~ MiMi > turis, Putri princess26 ~ Mimi> turis, Putri

15 VS 15 15 VS 15

Bab 1 – Beginning - Bab 1 - Awal --


Super Junior Super Junior

Ruang ganti Super Junior Ruang ganti Super Junior

“Ah, capek,” "Ah, capek,"

“Hyung, minumanku mana,” "Hyung, minumanku mana,"

“Hey, jangan pakai laptopku, aku lagi main!” "Hei, jangan pakai laptopku, aku lagi main!"

Seperti biasa, di dalam ruang ganti suju, member suju bergelatakan setelah lelah konser. Seperti biasa, di dalam ruang ganti suju, suju anggota bergelatakan lelah setelah konser. Tiba-tiba manajer mereka masuk dengan wajah serius. Tiba-tiba manajer mereka masuk dengan wajah serius.

“Berkumpul! "Berkumpul! Berkumpul!” teriak manajer. Berkumpul! "Teriak manajer. Member suju menghentikan kegiatan mereka dan berjalan mendekati manajer. Member suju menghentikan kegiatan mereka dan Berjalan Mendekati manajer.

“Kalian akan membuat MV baru,” kata manajer memberitahu. "Kalian akan membuat MV baru," kata manajer memberitahu.

“MV baru? "MV baru? Kali ini apalagi?” tanya Kyuhyun, malas. Kali ini apalagi? "Tanya Kyuhyun, malas.

“Memangnya tidak cukup ya, MV it's you dan Sorry sorry?” tanya Sungmin, polos. "Memangnya tidak cukup ya, MV itu kau dan Maaf menyesal?" Tanya Sungmin, polos.

“Ini pasti karena kita terlalu terkenal,” Teukie membuat gaya gaje. "Ini pasti karena kita terlalu terkenal," Teukie membuat gaya gaje. Suluruh member langsung ribut. Anggota Suluruh langsung ribut.

“Sudah, sudah, kalian harus bekerja keras dalam MV ini,” kata manajer menghentikan tingkah suju yang seperti anak kecil. "Sudah, sudah, kalian harus Bekerja keras dalam MV ini," kata manajer menghentikan Tingkah suju yang seperti anak kecil.

“Karena ada yang istimewa dengan MV ini,” manajer memamerkan senyum misterius. "Karena ada yang istimewa dengan MV ini," manajer memamerkan senyum misterius.

“Wah, apa itu, hyung?” tanya Wookie penasaran. "Wah, apa itu, hyung?" Wookie tanya penasaran.

“Ehm, ehm, kalian akan berkolaborasi dengan GIRLBAND luar negeri,” jawab manajer. "Ehm, ehm, kalian akan berkolaborasi dengan GIRLBAND luar negeri," jawab manajer.

“WUAH!!! "Wuah! GIRLBAND?!!” Eunhyuk dan Kangin berteriak bersamaan. GIRLBAND?!! "Eunhyuk dan Kangin berteriak Bersamaan.

“Pasti mereka cantik-cantik deh,” "Pasti mereka cantik-cantik deh,"

“Aku sudah tidak sabar bertemu mereka,” "Aku sudah tidak sabar Bertemu mereka,"

“Apa nama GIRLBAND-nya, hyung?” "Apa nama GIRLBAND-nya, hyung?"

Manajer tersenyum gaje. Manajer tersenyum gaje. “TAJ MahL,” kata manajer, sok misterius. "TAJ MahL," kata manajer, sok misterius.

“Wuah, apakah mereka orang India?” tanya Sungmin, exited. "Wuah, apakah mereka orang india?" Tanya Sungmin, keluar.

“Apakah itu berarti kami akan berjoget-joget seperti ini?” Kangin memeragakan joget Bollywood. "Apakah itu berarti kami akan berjoget-Joget seperti ini?" Memeragakan Kangin Joget Strategi. Eunhyuk dan Donghae ikut-ikutan. Eunhyuk dan Donghae ikut-ikutan.

“Kalian akan tahu sendiri nanti,” lagi-lagi manajer sok misterius, kemudian dia meninggalkan ruang ganti suju. "Kalian akan tahu sendiri nanti," lagi-lagi manajer sok misterius, kemudian dia Meninggalkan suju ruang ganti.

Ruang ganti TAJ MahL Ruang ganti TAJ MahL

“Ya, ampun, minuman gue mana sih? "Ya, ampun, minuman gue mana sih? Dehidarsi nih gue!” Dehidarsi nih gue! "

“Eh, itukan handuk gue,” "Eh, itukan handuk gue,"

“Gila, capek!” "Gila, capek!"

Tidak berbeda jauh dengan ruang ganti suju,ruang ganti TAJ MahL pun ramai karena suara-suara cempreng anggotanya. Berbeda tidak jauh dengan ruang ganti suju, ruang ganti pun ramai MahL TAJ karena cempreng Peran anggotanya.

“EHM,” Rika, manajer mereka, nggak tahu nongol dari mana, tiba-tiba ada di depan pintu dan berdehem. "Ehm," Rika, manajer mereka, nggak tahu nongol dari mana, tiba-tiba ada di depan pintu dan berdehem. Seluruh anggota TAJ MahL langsung menoleh ke arahnya. Seluruh anggota MahL TAJ langsung menoleh ke Arahnya.

“Eh, manajer, kenapa, bu?” tanya MJ. "Eh, manajer, kenapa, bu?" Tanya MJ.

Ada kerjaan lagi untuk kalian,” kata Rika sambil duduk di salah satu kursi dan mengeluarkan berkas-berkas. "Ada kerjaan lagi untuk kalian," kata Rika sambil duduk di salah satu kursi dan mengeluarkan berkas-berkas.

“Apa?! "Apa?! Kerjaan lagi?” sahut Jess. Kerjaan lagi? "Sahut Jess. “Gila, badan gue udah ancur gara-gara nih konser, kita masih ada kerjaan lagi?” lanjutnya. "Gila, badan gue udah ancur gara-gara nih konser, kita masih ada kerjaan lagi?" Lanjutnya.

“Ngapain lagi sih, kok kayaknya kita kerja mulu, kagak ada liburnya,” Talitha, yang paling muda diantara mereka memasang tampang cemberut. "Ngapain lagi sih, kok kayaknya kita kerja mulu, kagak ada liburnya," Talitha, yang paling muda diantara mereka memasang tampang cemberut.

“Tenang aja, abis kerjaan ini selesai, kalian bisa liburan kok,” kata Rika. "Tenang aja, abis kerjaan ini selesai, kalian bisa liburan kok," kata Rika. “Nggak tanggung-tanggung, kalian bisa liburan di Korea,” lanjut Rika. "Nggak tanggung-tanggung, kalian bisa liburan di Korea," lanjut Rika.

“WOA!!!” seluruh anggota TAJ MahL langsung berteriak heboh. "WOA!!!" Seluruh anggota MahL TAJ langsung berteriak heboh.

“Emang kerjaan kita kali ini apa? "Emang kerjaan kita kali ini apa? Kok hebat bener, mpe di kasih libur ke Korea,” tanya Luna. Kok hebat bener, mpe di kasih libur ke Korea, "tanya Luna.

“Kalian bakal dikontrak sama SM entertaiment,” jawab Rika, kalem. "Kalian bakal dikontrak sama SM entertaiment," jawab Rika, kalem. Seluruh anggota TAJ MahL langsung speechless, megap-megap udah kayak ikan mas koki kekurangan oksigen. Seluruh anggota MahL TAJ berkata-kata langsung, udah megap-megap kayak ikan mas koki kekurangan oksigen.

“Eh, kayaknya pernah denger ya?” celetuk Manda. "Eh, kayaknya pernah denger ya?" Celetuk Manda. 4 anggota lainnya langsung menoleh ke arah dia. 4 anggota lainnya langsung menoleh ke arah dia.

“Pabo, ih,” kata Jess, langsung sok korea. "Pabo, ih," kata Jess, langsung sok korea.

“SM itu tuh home productionnya Super Junior, masa lupa sih!” jelas Luna. "SM itu tuh rumah productionnya Super Junior, masa lupa sih!" Jelas Luna.

“Oh, iya, SJ, kok gue lupa ya,” seru Manda, mengacungkan telunjuknya. "Oh, iya, SJ, kok gue lupa ya," seru Manda, mengacungkan telunjuknya. Yang lain langsung geleng-geleng kepala. Yang lain langsung geleng-geleng kepala. Baru kayak gini aja lupa, nanti dia bilang, Super Junior tuh merk minyak goreng lagi. Baru kayak gini aja lupa, nanti dia bilang, Super Junior tuh merk minyak goreng lagi.

Rika membetulkan kacamatanya. Rika membetulkan kacamatanya. “Oh, jadi kalian udah tahu Super Junior, bagus deh, nanti kolaborasinya jadi gampang,” katanya. "Oh, jadi kalian udah tahu Super Junior, bagus deh, kolaborasinya nanti jadi gampang," katanya.

“Ntar dulu, ntar dulu,” MJ memegangi kepalanya, kayak orang mencoba mengetahui sesuatu. "Ntar dulu, ntar dulu," MJ memegangi kepalanya, kayak Mengetahui orang mencoba sesuatu.

“Kolaborasi?!” "Kolaborasi?!"

“Super Junior?!” "Super Junior?!"

“Kita Kolab sama Suju?!” "Kita Kolab sama Suju?!"

Mata mereka membelalak lebar, udah kayak ikan mati. Mata mereka membelalak lebar, udah kayak ikan mati. Rika Cuma mengangguk-angguk, santai. Rika Cuma mengangguk-Angguk, santai.

Bandara Incheon

“Aduh, gila, capek juga yah, penerbangan dari Indo ke Korea,” gumam seorang cewek sambil melepas kacamata hitamnya dan menyeret kopernya. "Aduh, gila, capek juga yah, penerbangan dari Indo ke Korea," gumam seorang cewek sambil Melepas kacamata hitamnya dan menyeret kopernya.

“Iyah, lagian sih, loe, ngajakin liburan ke Korea, kenapa g yang deket-deket aja sih,” ujar orang di sebelahnya. "Iyah, lagian sih, loe, ngajakin liburan ke Korea, kenapa g yang deket-deket aja sih," ujar orang di sebelahnya.

“Duh, udah bosen gue ke Malaysia,” cewek itu mengibaskan tangannya. "Duh, udah bosen gue ke malaysia," cewek itu mengibaskan tangannya.

Seorang cewek lagi, yang berada di belakang mereka, celingukan nggak jelas. Seorang cewek lagi, yang berada di belakang mereka, celingukan nggak jelas.

“Ya, ampun, orang korea tuwh cakep-cakep ya,” katanya. "Ya, ampun, orang korea tuwh cakep-cakep ya," katanya.

Tiba-tiba matanya menangkap sesosok tubuh tinggi semampai. Tiba-tiba matanya Menangkap sesosok tubuh tinggi semampai. Mulutnya langsung megap-megap nggak karuan. Mulutnya langsung megap-megap nggak karuan. Matanya merem melek udah kayak orang ayan. Matanya udah merem melek kayak orang ayan.

“Sis, Die,” dia memegang lengan baju kedua temannya. "Sis, Die," dia memegang kedua lengan baju temannya.

Napa sih loe?” Sisca menoleh ke arahnya. "Napa sih loe?" Sisca menoleh ke Arahnya.

“Duh, jangan-jangan nih anak kambuh lagi,” imbuh Coddie, melihat gejala-gejala ayan yang ditunjukkan Putri. "Duh, jangan-jangan nih anak kambuh lagi," imbuh Coddie, Melihat gejala-gejala ayan yang ditunjukkan Putri. Putri menggeleng. Putri menggeleng. Dia menunjuk sosok yang dilihatnya. Dia menunjuk sosok yang dilihatnya.

“Mimi, sis, Mimi!” pekiknya girang. "Mimi, sis, Mimi!" Pekiknya girang.

“Apa? "Apa? Loe mau minum?” Sisca masih nggak ngerti. Loe mau minum? "Sisca masih nggak ngerti.

“Ya, ampun, bilang dong Put, nih,” Coddie mengulurkan botol minuman ke arah Putri. "Ya, ampun, bilang dong Put, nih," Coddie mengulurkan botol minuman ke arah Putri. Putri langsung manyun menerima perlakuan kedua temannya. Putri langsung manyun menerima Perlakuan kedua temannya.

“Aduh, maksud gue bukan itu,” kata Putri, menepis botol minuman yang diberikan Coddie. "Aduh, maksud gue bukan itu," kata Putri, menjauhkan dari botol minuman yang diberikan Coddie.

“Zhou Mi! "Zhou Mi! Zhou Mi!” teriak putri sambil kembali menunjuk sosok Zhou Mi. Zhou Mi! "Teriak putri sambil menunjuk kembali sosok Zhou Mi.

Sisca dan Coddie menoleh ke arah yang ditunjukkan Putri. Sisca Coddie dan menoleh ke arah yang ditunjukkan Putri. Zhou Mi terlihat berdiri dengan tegap. Zhou Mi terlihat berdiri dengan tegap. Disebelahnya ada Henry. Disebelahnya ada Henry. Mereka sama-sama memakai kacamata hitam. Mereka sama-sama memakai kacamata hitam.

“Yah, nggak ada Suju,” keluh Sisca. "Yah, nggak ada Suju," keluh Sisca. Coddie hanya mengangguk. Coddie hanya mengangguk.

Putri tidak memperdulikan omongan teman-temannya dan terus menatap Zhou Mi dengan tampang mupeng. Putri tidak memperdulikan omongan teman-temannya dan terus menatap Zhou Mi dengan tampang mupeng. Zhou Mi tampak berbicara dengan Henry, kemudian mereka mulai berjalan pergi. Zhou Mi tampak Berbicara dengan Henry, kemudian mereka mulai Berjalan pergi.

“Zhou Mi!” Putri langsung berlari mengikuti Zhou Mi. "Zhou Mi!" Putri langsung berlari Mengikuti Zhou Mi.

“Ry, loe ngerasa nggak kalo kita tuh di ikutin orang?” tanya Zhou Mi kepada Henry dengan bahasa china. "Ry, loe nggak ngerasa kalo kita tuh di ikutin orang?" Tanya Zhou Mi kepada Henry dengan bahasa cina.

“Ih, gege, ge er gila loe!” sahut Henry dengan bahasa Inggris. "Ih, gege, gila ge er loe!" Sahut Henry dengan bahasa Inggris.

“Gue serius Ry, coba aja loe liat ke belakang, ada cewek aneh yang lagi ngeliatin kita,” kata Zhou Mi serius. "Gue serius Ry, coba aja loe liat ke belakang, ada cewek aneh yang lagi ngeliatin kita," kata Zhou Mi serius. Mukanya kelihatan ketakutan. Mukanya kelihatan ketakutan.


Henry ma Zhou Mi lagi di Bandara Henry ma Zhou Mi lagi di Bandara

Akhirnya Henry menengok sedikit ke belakang. Akhirnya Henry Menengok sedikit ke belakang. Matanya menangkap sosok Putri yang emang mengikuti mereka dengan tampang mupeng yang mengerikan. Menangkap matanya sosok Putri yang emang Mengikuti mereka dengan tampang mupeng yang mengerikan. Henry sampai terlonjak kaget melihat tampang Putri. Henry sampai terlonjak kaget Melihat tampang Putri.

“Ya, ampun, loe bener, gege,” kata Henry, langsung merapat ke Zhou Mi.“Gila, ngeri banget sih tampangnya,” lanjutnya. "Ya, ampun, loe bener, gege," kata Henry, langsung merapat ke Zhou Mi. "Gila, ngeri banget sih Tampangnya," lanjutnya.

“Bener kan gue,” kata Zhou Mi, bangga. "Bener kan gue," kata Zhou Mi, bangga.

“Terus gimana nih, gege?” tanya Henry. "Terus gimana nih, gege?" Tanya Henry.

“Oke, gini aja,” Zhou Mi membisiki Henry sebuah rencana. "Oke, gini aja," Zhou Mi membisiki Henry sebuah rencana.

“Hatsy!” putri bersin-bersin.“Ya, ampun siapa sih yang ngebicarain gue?” katanya. "Hatsy!" Putri bersin-bersin. "Ya, ampun siapa sih yang ngebicarain gue?" Katanya.

“Apa mereka ya? "Apa mereka ya? Liat aja tuh si Henry ngelirik-lirik ke sini, pasti mereka baru sadar deh, ada makhluk secantik gue di deket mereka,” Putri langsung cekikikan sendiri. Liat aja tuh si Henry ngelirik-lirik ke sini, pasti mereka baru sadar deh, ada makhluk secantik gue di deket mereka, "Putri langsung cekikikan sendiri. Untung bukan malem-malem, bisa di sangka kuntilanak dia. Untung bukan malem-malem, bisa di sangka kuntilanak dia.

Zhou Mi dan Henry mulai berjalan lagi, Putri mengikuti mereka dari belakang. Zhou Mi dan Henry mulai Berjalan lagi, Putri Mengikuti mereka dari belakang. Tiba-tiba Zhou Mi dan Henry berbelok. Tiba-tiba Zhou Mi dan Henry berbelok. Ketika putri ikut berbelok, Zhou Mi dan Henry sudah menghilang. Ketika putri ikut berbelok, Zhou Mi dan Henry sudah menghilang.

“Zhou Mi! "Zhou Mi! Zhou Mi dimana?” Putri teriak-teriakan sendiri. Zhou Mi dimana? "Teriak-Teriakan Putri sendiri. Sementara orang-orang yang lewat menoleh ke arahnya. Sementara orang-orang yang lewat menoleh ke Arahnya. Tapi Putri nggak peduli. Putri tapi nggak peduli.

Seseorang mencoleknya dari belakang. Mencoleknya seseorang dari belakang.

“WA!!! "WA! Penculik!” teriak Putri heboh sambil memukul orang yang mencoleknya. Penculik! "Teriak Putri heboh sambil memukul orang yang mencoleknya.

“Wait, wait!” seru orang itu. "Tunggu, tunggu!" Seru orang itu. Putri langsung melihat orang yang mencoleknya. Melihat putri langsung orang yang mencoleknya. Matanya membelalak kaget, mulutnya membuka lebar. Matanya membelalak kaget, mulutnya Membuka lebar.

“Ni hai hao ba (kamu nggak apa-apa)?” tanya Zhou Mi. "Ni hai hao ba (kamu nggak apa-apa)?" Tanya Zhou Mi. Putri malah mengerjap-kerjapkan matanya, nggak ngerti masih dengan mulut menganga. Putri malah mengerjap-kerjapkan matanya, nggak ngerti masih dengan mulut menganga.

“Are you sick?” tanya Henry, melihat kelakuan Putri. "Apakah kau sakit?" Tanya Henry, Melihat kelakuan Putri.

Belum sempat Putri menjawab, seseorang sudah memanggilnya dari belakang Zhou Mi dan Henry. Belum sempat Putri menjawab, seseorang sudah memanggilnya dari belakang Zhou Mi dan Henry.

“Putri! "Putri! Ya ampun,” seru Sisca sambil menerobos di antara Zhou Mi dan Henry. Ya ampun, "seru Ran sambil Menerobos di antara Zhou Mi dan Henry.

“Loe tuh maen lari aja!” sahut Coddie dengan nafas ngos-ngosan. "Loe tuh maen lari aja!" Sahut Coddie nafas dengan LSM-ngosan. Sisca dan Coddie langsung menyadari kehadiran Zhou Mi dan Henry di situ. Sisca dan langsung menyadari kehadiran Coddie Zhou Mi dan Henry di situ.

'Ya ampun, nih dua orang emang cakep, pantesan aja Putri ampe bengong kayak sapi ompong gitu' pikir Sisca sambil memperhatikan Zhou Mi dan Henry bergantian. 'Ya ampun, nih dua orang emang cakep, pantesan aja ampe Putri bengong kayak sapi ompong gitu' pikir Sisca sambil Memperhatikan Zhou Mi dan Henry bergantian.

'Gila, keren banget nih cowok, walaupun masih kerenan Kangin seh,' pikir Coddie ikut-ikutan melihat Zhou Mi dan Henry. 'Gila, keren banget nih cowok, walaupun masih kerenan Kangin seh,' pikir Coddie Melihat ikut-ikutan Zhou Mi dan Henry.

“Ehm, that girl is your friend?” tanya Henry, risih di perhatikan oleh Sisca dan Coddie. "Ehm, gadis itu adalah teman Anda?" Tanya Henry, risih di perhatikan oleh Sisca dan Coddie.

“Oh, yes, yes, sorry about her behavior,” kata Sisca, menunduk. "Oh, ya, ya, maaf tentang perilaku," kata Sisca, menunduk.

“Never mind,” Henry tersenyum manis. "Sudahlah," Henry tersenyum manis.

“Women you ji Henry, lai ba! "Wanita kau ji Henry, lai ba! (Kita harus pergi, Henry, ayo!)” ucap Zhou Mi. (Kita harus pergi, Henry, ayo!) "Ucap Zhou Mi. Henry mengangguk. Henry mengangguk.

“We have to go, see you,” kata Henry. "Kita harus pergi, melihat Anda," kata Henry.

Putri yang daritadi hanya menganga melihat mereka tiba-tiba kesadarannya balik dan muncul sebuah ide gila di kepalanya. Putri yang daritadi hanya menganga Melihat tiba-tiba mereka balik dan kesadarannya Muncul sebuah ide gila di kepalanya.

“Wait! "Tunggu! We can't speak korean, would you like to be our guide?” teriaknya. Kita tidak dapat berbicara korean, apakah Anda ingin menjadi pemandu kami? "Teriaknya.

Sisca dan Coddie memandang nggak percaya ke arah temannya. Sisca dan nggak percaya Coddie Memandang ke arah temannya.

Henry dan Zhou Mi berbalik, memandang Putri dengan tatapan kaget. Henry dan Zhou Mi berbalik, Putri Memandang dengan tatapan kaget.

to be continued… dilanjutkan ...

Bandara Inchoen, waktu yang sama

“Nadia, kamu harus berusaha keras dalam audisi ini, oke?” seorang wanita berkata sambil mengepalkan tinjunya, mencoba memberi semangat. "Nadia, kamu harus berusaha keras dalam audisi ini, oke?" Seorang wanita berkata sambil mengepalkan tinjunya, mencoba memberi semangat. Nadia menghela nafas, malas. Nadia menghela nafas, malas.

“Di Indonesia kamu memang artis terkenal, tapi disini kamu itu pemula, jadi kamu harus kerja keras, Nadia,” wanita itu menepuk pundak Nadia, lembut. "Di Indonesia kamu memang artis yg benar, tapi disini kamu itu pemula, jadi kamu harus kerja keras, Nadia," wanita itu menepuk Pundak Nadia, lembut. Nadia hanya mengangguk. Nadia hanya mengangguk.

Korea, here I come. Korea, di sini aku datang.

~~~ ~ ~ ~

SM Entertaiment SM Entertaiment

“Uwh, ternyata capek ya, kerja di SM,” keluh Dewi pada orang disebelahnya. "Uwh, ternyata capek ya, kerja di SM," keluh Dewi pada orang disebelahnya.

“Tapi enakkan, bisa ngeliat-liat artis korea,” sahut Monik. "Tapi enakkan, bisa ngeliat-liat artis korea," sahut Monik. Mereka lagi minum minuman kaleng sambil duduk-duduk di sebuah sofa. Mereka lagi minum minuman kaleng sambil duduk-duduk di sebuah sofa.

“Iya, ngeliat doang, kagak pernah ngobrol gue,” gerutu Dewi. "Iya, ngeliat doang, kagak pernah ngobrol gue," gerutu Dewi. Monik tertawa melihat tingkah temannya. Monik tertawa Melihat Tingkah temannya.

“Habis ini gue masih ada kerjaan lagi,” Dewi meminum minuman kaleng yang dibelinya. "Habis ini gue masih ada kerjaan lagi," Dewi meminum minuman kaleng yang dibelinya.

“Ngapain lagi?” tanya Monik. "Ngapain lagi?" Tanya Monik.

“Gue di suruh pak Han buat ngasih kostum ke ruang ganti super junior,” jawab Dewi, malas. "Gue di suruh pak Han buat ngasih ke ruang ganti Kostum super junior," jawab Dewi, malas.

“Wah, gila, asyik dong, ketemu suju,” mata Monik langsung berbinar-binar dah kayak lampu disco. "Wah, gila, asyik dong, ketemu suju," mata Monik langsung dah Berbinar-binar kayak lampu disko.

“Mananya yang asyik, paling abis nganter tuh baju gue di kasih kerjaan lain lagi, capek deh,” kata Dewi, kesel. "Mananya yang asyik, paling abis nganter tuh baju gue kasih kerjaan lain lagi, capek deh," kata Dewi, kesel.

“Yang penting kan bisa ngeliat suju, mau gue gantiin?” tanya Monik, berharap. "Yang penting kan bisa ngeliat suju, mau gue gantiin?" Tanya Monik, berharap.

“No way, jarang-jarang gue bisa ketemu suju,” Dewi tersenyum-senyum gaje. "Tidak mungkin, jarang-jarang gue bisa ketemu suju," Dewi tersenyum-senyum gaje.

“Wee, tadi aja ngeluh, sekarang semangat, dasar loe, ketebak!” Monik memukul ringan tangan Dewi. "Wee, tadi aja ngeluh, sekarang semangat, dasar loe, ketebak!" Monik ringan tangan memukul Dewi. Dewi langsung berdiri dan membuang kaleng minumannya. Dewi langsung berdiri dan Membuang kaleng minumannya.

“Yuk, ah, gue mau ketemu sama my kyubaby dulu,” katanya sambil cengar-cengir. "Yuk, ah, gue mau ketemu sama kyubaby saya dulu," katanya sambil cengar-cengir.

“Awas, mimisan,” ledek Monik. "Awas, mimisan," ledek Monik. Dewi menjulurkan lidahnya dan segera pergi. Dewi menjulurkan lidahnya dan segera pergi.

Dia mengambil baju yang harus diantarnya dan berjalan menuju ruang ganti suju. Dia banteng baju yang harus diantarnya dan Berjalan menuju ruang ganti suju. Jantungnya dag dig dug pengen ketemu sama Kyuhyun, member favoritnya di suju. Jantungnya dag dig dug pengen ketemu sama Kyuhyun, anggota favoritnya di suju. Dia mengetuk pintu ruangan, pelan. Ruangan Dia mengetuk pintu, pelan.

“Yo, nuguseyo?” tanya orang di dalam. "Yo, nuguseyo?" Tanya orang di dalam.

“Staff,” jawab Dewi. "Staf," jawab Dewi. Duh, suara siapa ya itu? Duh, suara siapa ya itu? Kyuhyun kah? Kyuhyun kah? Orang itu membuka pintu ruangan. Orang itu Membuka pintu ruangan.

“Ne?” "Ne?"


Yah, ternyata Eeteuk, pikir Dewi, kecewa. Yah, ternyata Eeteuk, pikir Dewi, kecewa.

“Saya mau mengantar baju,” kata Dewi menyodorkan baju yang dipegangnya ke Eeteuk. "Saya mau Mengantar baju," kata Dewi menyodorkan baju yang dipegangnya ke Eeteuk. Eeteuk menerimanya dan melihat baju itu. Eeteuk menerimanya dan Melihat baju itu.

“Kyunnie! "Kyunnie! Bajumu udah datang nih,” jantung Dewi langsung berdegup kencang mendengar Eeteuk memanggil member kesayangannya itu. Bajumu udah datang nih, "Dewi langsung jantung berdegup Kencang Mendengar anggota memanggil Eeteuk kesayangannya itu.

“Mana? "Mana? Lama banget,” sahut Kyuhyun, dingin. Lama banget, "sahut Kyuhyun, dingin. Saking dinginnya, Dewi ampe membeku di tempat. Saking Dinginnya, Dewi ampe membeku di tempat. Kyuhyun mengambil baju itu dan segera pergi untuk mencobanya. Kyuhyun banteng baju itu dan segera pergi untuk mencobanya.

“Sebentar, ya,” kata Eeteuk sambil tersenyum. "Sebentar, ya," kata Eeteuk sambil tersenyum. Dewi cuma mengangguk. Dewi cuma mengangguk.

Belum ada 5 menit, Kyuhyun sudah balik lagi dengan tampang super duper BT yang ngebuat Dewi langsung jiper ngeliatnya. Belum ada 5 menit, Kyuhyun sudah balik lagi dengan tampang yang super duper BT yang ngebuat Dewi langsung jiper ngeliatnya. Aish, apalagi nih? Aish, apalagi nih? Kok my Kyubaby galak amat ya? Kok saya Kyubaby galak amat ya? Atau lagi PMS? Atau lagi PMS? Pre Marah Syndrom? Pra Marah Syndrom? Pikir Dewi, ngaco. Pikir Dewi, ngaco.

“Ngambil baju yang bener dong! "Ngambil baju yang bener dong! Ukurannya kekecilan nih!” kata Kyuhyun menyodorkan baju itu ke tangan Dewi dengan kasar. Ukurannya kekecilan nih! "Kata Kyuhyun menyodorkan baju itu ke tangan Dewi dengan kasar. Dewi Cuma diem. Dewi Cuma diem.

“Gimana sih kerjanya, keasyikan ngeliatin artis sih, jadinya nggak bener deh kerjanya,” Aish, ini sih udah keterlaluan! "Gimana sih kerjanya, Keasyikan ngeliatin artis sih, jadinya nggak bener deh kerjanya," Aish, ini sih udah keterlaluan!

“Hei, omongan di jaga ya! "Hei, omongan di jaga ya! Loe pikir loe siapa? Loe pikir loe siapa? Ngomong seenak jidat!” teriak Dewi marah. Ngomong seenak jidat! "Teriak Dewi marah. Kyuhyun dan Eeteuk sampai kaget dibuatnya. Kyuhyun dan Eeteuk sampai kaget dibuatnya. Mereka memandang Dewi bengong. Mereka Memandang Dewi bengong. Rasain loe, jangan loe pikir gara-gara loe member kesayangan gue, jadinya gue diem aja di ejek-ejek sama loe. Rasain loe, jangan loe pikir loe gara-gara anggota kesayangan gue, jadinya gue diem aja di ejek-ejek sama loe.

Tapi kemudian Dewi menyadari sesuatu. Tapi Kemudian Dewi menyadari sesuatu. Kenapa Eeteuk dan Kyuhyun memandangnya bengong. Kenapa Eeteuk dan Kyuhyun bengong memandangnya. Kenapa mereka nggak ngebales perkataan Dewi. Kenapa mereka nggak ngebales perkataan Dewi.

MAMI! MAMI! Udah keren-keren gue marah-marah, gue marah-marah pake bahasa indonesia!!! Udah keren-keren gue marah-marah, gue marah-marah pake bahasa Indonesia! Jelas lha mereka cengo!! Lha jelas mereka cengo!!

Di saat yang sama Di saat yang sama

Seorang laki-laki berjalan melintasi sofa tempat Monik tertidur karena kelelahan dan bosan menunggu temannya balik. Seorang laki-laki Berjalan melintasi sofa tempat Monik tertidur karena kelelahan dan bosan menunggu temannya balik. Laki-laki itu menghentikan langkahnya. Laki-laki itu menghentikan langkahnya. Dia tersenyum geli. Dia tersenyum geli. Dengan langkah pelan dia berjalan mendekati monik dan mentoel-toel pipinya. Dengan langkah pelan dia Berjalan Mendekati Monik dan mentoel-toel pipinya.

“Hng,” Monik, bergumam pelan. "Hng," Monik, bergumam pelan. Tangannya mengibas, menepis tangan laki-laki itu. Tangannya mengibas, menjauhkan dari tangan laki-laki itu. reaksi monik membuat laki-laki itu semakin penasaran dan geli. reaksi Monik membuat laki-laki itu semakin penasaran dan geli. Laki-laki itu mentoel pipi Monik lagi. Laki-laki itu pipi mentoel Monik lagi.

Dahi Monik berkerut, alisnya bertaut. Monik dahi berkerut, alisnya bertaut.

“Dewi, gue lagi nggak mood becanda,” katanya tanpa membuka mata. "Dewi, gue lagi nggak mood becanda," katanya tanpa Membuka mata. Laki-laki itu memandang Monik heran. Laki-laki Memandang Monik itu heran. Tidak mengerti apa yang dikatakannya. Tidak mengerti apa yang dikatakannya. Dia kembali mentoel pipi Monik. Dia kembali mentoel pipi Monik.

“Dewi, gue,” Monik berteriak keras, membuka matanya. "Dewi, gue," Monik berteriak keras, Membuka matanya. Omongannya tertahan melihat siapa yang ada di hadapannya. Omongannya tertahan Melihat siapa yang ada di hadapannya.


HENRY LAU! HENRY LAU!

Henry berdiri di hadapannya. Henry berdiri di hadapannya. Tersenyum manis dengan puppy eyes-nya. Tersenyum manis dengan mata puppy-nya.

“Sorry, did I bother you?” katanya sambil menatap Monik. "Maaf, apakah aku mengganggumu?" Katanya sambil menatap Monik. Monik menggeleng. Monik menggeleng.

'wew, gue bisa meleleh diliatin mulu kayak gitu,' pikir Monik dalam Hati. 'wew, gue bisa meleleh diliatin mulu kayak gitu,' pikir Monik dalam Hati.

Henry menatap sepatunya dan menggesek sepatunya pada lantai. Henry menatap sepatunya dan menggesek sepatunya pada lantai. Terlihat malu-malu ingin menyampaikan sesuatu. Terlihat malu-malu ingin menyampaikan sesuatu.

“Ehm,” dia berdehem. "Ehm," dia berdehem. Monik memperhatikannya intens. Monik intens memperhatikannya. Menunggu kalimat dari bibir Henry. Menunggu kalimat dari bibir Henry.

“Sebenernya, aku baru sampe di sini tadi dan Zhou gege ninggalin aku,” katanya dengan bahasa korea yang susah payah. "Sebenernya, aku baru sampe di sini tadi dan Zhou gege ninggalin aku," katanya dengan bahasa korea yang susah payah.

“Kamu tahu dimana ruang ganti Super Junior?” tanya Henry sambil menunduk malu. "Kamu tahu dimana ruang ganti Super Junior?" Tanya Henry sambil menunduk malu.

'Ya, ampun, perlu ya, dia malu-malu kayak gitu?' 'Ya, ampun, perlu ya, dia malu-malu kayak gitu? " Monik menahan diri untuk tidak mencubit pipi mochi milik Henry. Monik menahan diri untuk tidak mencubit pipi Mochi milik Henry.

Henry kembali menatap Monik, meminta jawaban. Henry kembali menatap Monik, Meminta jawaban. Monik mengangguk sebagai jawabannya. Monik mengangguk Sebagai jawabannya.

“Mau kuantar,” tawar Monik. "Mau kuantar," tawar Monik. Henry mengangguk semangat. Henry mengangguk semangat.

“Makasih ya, aku nggak tahu lagi harus gimana!” Henry tiba-tiba memeluk Monik. "Makasih ya, aku nggak tahu lagi harus gimana!" Henry tiba-tiba memeluk Monik.

'Gila! 'Gila! Kalo gue mati sekarang, gue nggak bakal nyesel!' Kalo gue mati sekarang, gue nggak bakal nyesel! " jantung Monik berdebar kencang. Monik jantung berdebar Kencang.

'Tapi nggak deh, kasian mochi kalo gue mati sekarang, ntar dia nangis lagi,' Monik senyum-senyum gaje di pelukan Henry. 'Tapi nggak deh, kasian kalo gue Mochi mati sekarang, ntar dia nangis lagi,' Monik senyum-senyum gaje di pelukan Henry.

“Sorry,” dengan wajah memerah, Henry melepas pelukannya. "Maaf," dengan wajah memerah, Henry Melepas pelukannya. Sedangkan Monik sedikit menyesalinya. Sedangkan Monik sedikit menyesalinya.

Pertokoan Apgeujong

Seorang gadis tampak kewalahan memegang pamflet yang harus dia sebarkan. Seorang gadis tampak kewalahan memegang pamflet yang harus dia sebarkan. Dia adalah pelayan sebuah restoran di wilayah itu. Dia adalah pelayan sebuah restoran di wilayah itu. Pemilik restoran itu menyuruhnya untuk membagi-bagikan pamflet untuk mengiklankan restoran mereka. Pemilik restoran itu menyuruhnya untuk Membagi-bagikan pamflet untuk mengiklankan restoran mereka.

“WUA!” "WUA!"

Karena tidak hati-hati, gadis itu menjatuhkan pamflet-pamflet itu. Karena tidak hati-hati, gadis itu menjatuhkan pamflet-pamflet itu. “Aish, jatuh deh,” gerutu Mai. "Aish, jatuh deh," gerutu Mai. Dia memungut pamflet-pamflet yang sekarang bertebaran di jalanan. Dia memungut pamflet-pamflet yang sekarang bertebaran di jalanan.

Mai melihat kaki seseorang dengan ujung matanya. Mai Melihat seseorang dengan ujung kaki matanya. “Ah, mianhamnida, bisakah anda membantuku memungut pamflet ini?” kata Mai, melambaikan tangannya. "Ah, mianhamnida, bisakah anda membantuku memungut pamflet ini?" Kata Mai, melambaikan tangannya.

“Mwot? "Mwot? Aku?” seru orang itu, kaget. Aku? "Seru orang itu, kaget.

“Iya, tolonglah,” pinta Mai, tanpa melihat orang itu. "Iya, tolonglah," pinta Mai, tanpa Melihat orang itu.

'berani sekali dia menyuruh-nyuruhku, apa dia tidak tahu siapa aku?' 'berani sekali dia menyuruh-nyuruhku, apa dia tidak tahu siapa aku? " pikir Kim Heechul, orang itu. pikir Kim Heechul, orang itu. tapi kemudian Heechul membungkuk dan mulai memunguti pamflet-pamflet yang berserakan. Kemudian Heechul tapi mulai membungkuk dan memunguti pamflet-pamflet yang berserakan.


Ketika memungut pamflet yang berada di dekat kaki Mai, perhatian Heechul teralih ke sepatunya. Ketika memungut pamflet yang berada di dekat kaki Mai, Heechul perhatian teralih ke sepatunya. Mai memakai sepatu kanvas yang dilukis olehnya sendiri. Mai yang memakai sepatu Kanvas dilukis olehnya sendiri.

“Wuah, sepatumu unik, beli dimana?” tanya Heechul. "Wuah, sepatumu unik, beli dimana?" Tanya Heechul. Mai tersenyum. Mai tersenyum.

“Aku bikin sendiri,” katanya. "Aku bikin sendiri," katanya. Heechul mengangguk-anggukkan kepalanya. Heechul mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian dia menyerahkan pamflet yang sudah dipungutnya. Kemudian dia menyerahkan pamflet yang sudah dipungutnya.

“Ini lain kali hati-hati,” katanya. "Ini lain kali hati-hati," katanya. “Kamsa,” Mai menengadah, menatap orang yang membantunya. "Kamsa," Mai menengadah, menatap orang yang membantunya.

KIM HEECHUL!!! KIM HEECHUL!

Orang yang dari tadi membantunya adalah Kim Heechul? Orang yang dari tadi membantunya adalah Kim Heechul? Mimpikah dia? Mimpikah dia?

Heechul mengibaskan tangannya di depan muka Mai. Heechul mengibaskan tangannya di depan muka Mai. “Hello? "Halo? Gwecana yo?” tanya Heechul. Gwecana yo? "Tanya Heechul. Mai langsung mengerjap-kerjapkan matanya. Mai langsung mengerjap-kerjapkan matanya.

“Gwecana,” kata Mai, mengumpulkan kembali kesadarannya. "Gwecana," kata Mai, mengumpulkan kembali kesadarannya.

“Kamsahamnida, ini silahkan,” Mai menyerahkan sebuah kupon restoran kepada Heechul. "Kamsahamnida, ini silahkan," Mai menyerahkan sebuah restoran kupon kepada Heechul. Heechul memandang kupon itu. Memandang Heechul kupon itu.

'Gila, gue udah ngebungkuk-bungkuk mpe rematik gue kambuh, cuma di kasih kupon doang?' 'Gila, gue udah ngebungkuk-bungkuk mpe Rematik gue kambuh, cuma di kasih kupon doang? " ketika Heechul baru mau protes, Mai sudah menghilang dari hadapannya. Ketika baru mau protes Heechul, Mai sudah menghilang dari hadapannya. Akhirnya Heechul cuma bisa memasukkan kupon itu ke dalam sakunya. Akhirnya cuma bisa Heechul Memasukkan kupon itu ke dalam sakunya.

Taman kota di Seoul Taman kota di Seoul

Ara berjalan sempoyongan. Ara Berjalan sempoyongan. Dia baru saja dari universitasnya untuk mengumpulkan tugas. Dia baru saja dari universitasnya untuk mengumpulkan tugas. Demi mengerjakan tugas itu, dia rela 3 hari 3 malam begadang tidak tidur. Demi Mengerjakan tugas itu, dia nyata 3 hari 3 malam begadang tidak tidur. Sekarang dia merasa kepalanya mau pecah saking pusingnya. Sekarang dia Merasa kepalanya mau pecah saking pusingnya. Perutnya mual seperti mau muntah. Perutnya mual seperti mau muntah. Tapi dia belum makan apapun hari ini, jadi dia tidak bisa memuntahkan apapun. Tapi dia belum makan apapun hari ini, jadi dia tidak bisa memuntahkan apapun.

“AWAS!!” seseorang berteriak dari sebelah kanan Ara. "AWAS!!" Seseorang berteriak dari sebelah kanan Ara. Ara menoleh. Ara menoleh. Melihat sebuah bola melesat ke arahnya. Melihat sebuah bola melesat ke Arahnya.

BUGH! BUGH!

Tanpa dapat dihindari, bola itu mengenai kepala Ara. Tanpa dapat dihindari, bola itu mengenai kepala Ara. Ara terjungkal kebelakang. Ara Terjungkal kebelakang. Untung saja sempat ditahan oleh seseorang. Untung saja sempat ditahan oleh seseorang. Kepalanya yang pusing tambah pusing. Kepalanya yang pusing tambah pusing. 'Gue nggak tahan lagi,' katanya, kesadarannya mulai hilang. 'Gue nggak tahan lagi, "katanya, kesadarannya mulai hilang.

“Hei, sadarlah,” sahut orang yang menahannya. "Hei, Sadarlah," sahut orang yang menahannya. Menepuk-nepuk pipinya pelan. Menepuk-nepuk pipinya pelan. Ara menggeleng lemah. Ara menggeleng lemah.

“Dimana, rumah, aku,” Ara mendengar kalimat orang itu yang terputus-putus. "Dimana, rumah, aku," Ara Mendengar orang itu kalimat yang terputus-putus. Dan Ara merasakan bahwa dia bergumam sesuatu. Dan Ara Merasakan Bahwa dia bergumam sesuatu. Kemudian pandangannya menjadi gelap. Kemudian pandangannya menjadi gelap.

“Aish, bagaimana ini?” tanya pria yang memegang Ara. "Aish, bagaimana ini?" Tanya pria yang memegang Ara.

“Hyung sih, main bolanya terlalu bersemangat,” kata pria yang lebih muda, menyalahkan. "Hyung sih, bolanya utama terlalu bersemangat," kata pria yang lebih muda, menyalahkan.

“Ucapanmu tidak menyelesaikan masalah,” gerutu pria pertama. "Ucapanmu tidak menyelesaikan masalah," gerutu pria pertama.

“Kita antar aja ke alamat yang dia sebutkan,” ajak pria ketiga. "Kita antar aja ke alamat yang dia sebutkan," Ajak pria ketiga.

Pria pertama mengangguk. Pria pertama mengangguk. Mereka menggotong Ara ke dalam mobil. Mereka menggotong Ara ke dalam mobil.

Jalan raya Kangnam Jalan raya Kangnam

Dessy berjalan sambil menunduk. Dessy Berjalan sambil menunduk. Meski sudah hampir setengah tahun dia di Korea, tapi dia tetap kangen pada rumahnya. Meski sudah hampir setengah tahun dia di Korea, tapi dia tetap kangen pada rumahnya. Terakhir kali dia ke Indonesia adalah saat liburan 3 bulan yang lalu. Terakhir kali dia ke Indonesia adalah saat liburan 3 bulan yang lalu. Dessy menghela nafas. Dessy menghela nafas.

Dia melihat sebuah gereja beberapa meter di depan. Dia Melihat sebuah gereja Beberapa meter di depan. Baiklah, mungkin sebaiknya aku berdoa saja untuk menghilangkan rasa kangenku, pikirnya. Baiklah, mungkin aku berdoa saja Sebaiknya untuk menghilangkan rasa kangen, pikirnya. Maka diapun melangkah masuk ke dalam gereja. Maka diapun Melangkah masuk ke dalam gereja. Di gereja itu ada dua orang pria yang sedang berdoa dengan kusyuk. Di gereja itu ada dua orang pria yang sedang berdoa dengan kusyuk. Karena tidak ingin mengganggu, Dessy mengambil tempat di belakang mereka. Karena tidak ingin mengganggu, Dessy banteng tempat di belakang mereka.

Dia melepas jaketnya dan berdoa di dalam gereja. Dia Melepas jaketnya dan berdoa di dalam gereja. Untuk keluarganya di Jakarta, untuk teman-temannya, dan untuk kuliahnya. Untuk Keluarganya di Jakarta, untuk teman-temannya, dan untuk kuliahnya. Semoga, aku cepat-cepat menyelesaikan studiku di sini, jadi aku bisa cepet balik, pintanya. Semoga, aku cepat-cepat menyelesaikan studiku di sini, jadi aku bisa cepet balik, pintanya. Amin. Amin.

“You are my angel, whisper softly dajeonghan soksagimeun “I love you, everyday”” "Kau adalah malaikat, bisikan lembut dajeonghan soksagimeun" Aku cinta padamu, setiap hari ""

Tiba-tiba handphone Dessy berbunyi. Tiba-tiba handphone berbunyi Dessy. Ya, ampun, ngagetin aja. Ya, ampun, ngagetin aja.

“Yoboseyo,” "Yoboseyo,"

“Eh, Des, Nina nih, cepetan balik dong, Ara tepar,” "Eh, Des, Nina nih, cepetan balik dong, Ara tepar,"

“Hah? "Hah? Tepar maksud loe?” Tepar maksud loe? "

“Gue nggak ngerti deh, pokoknya loe cepetan balik, jangan lupa beliin obat penurun demam ya,” "Gue nggak ngerti deh, pokoknya loe cepetan balik, jangan lupa beliin obat penurun demam ya,"

Tanpa memberi Dessy kesempatan lagi, Nina, teman asramanya di Korea, menutup telpon. Tanpa memberi kesempatan lagi Dessy, Nina, teman asramanya di Korea, Menutup telpon.

“Uwh, dasar gaje,” gerutu Dessy. "Uwh, dasar gaje," gerutu Dessy. Tapi akhirnya dia berjalan keluar gereja. Tapi akhirnya dia Berjalan keluar gereja.

Ketika berada di luar gereja. Ketika berada di luar gereja. Hujan turun lebat. Hujan turun lebat. 'Duh, pegimana ini? 'Duh, pegimana ini? Aku nggak bawa payung lagi,' pikir Dessy. Aku nggak bawa payung lagi, 'pikir Dessy. Saat sibuk berpikir, seseorang, mencoleknya dari belakang. Jam sibuk Berpikir, seseorang, mencoleknya dari belakang.

Tubuh Dessy langsung jadi kaku. Tubuh Dessy langsung jadi kaku. Hii, siapa ya? Hii, siapa ya? Jangan-jangan perampok? Jangan-jangan perampok? Apa gue kabur aja? Apa gue kabur aja? Ntar gue kepeleset lagi. Ntar gue kepeleset lagi.

“Ini jaket kamu kan?” kata orang yang mencoleknya. "Ini jaket kamu kan?" Kata orang yang mencoleknya.

Sambil menghembuskan nafas lega, Dessy menoleh. Sambil menghembuskan nafas lega, Dessy menoleh. Matanya membelalak kaget melihat orang yang menyodorkan jaketnya. Melihat matanya membelalak kaget orang yang menyodorkan jaketnya.

“Kenapa?” tanya orang itu dengan senyum innocentnya. "Kenapa?" Tanya orang itu dengan senyum innocentnya.


DONGHAE SUPER JUNIOR??!!!! SUPER JUNIOR Donghae ??!!!!

“Kamu, ngapain di sini? "Kamu, ngapain di sini? Berdoa juga?” hanya itu perkataan yang mampu Dessy ucapkan. Berdoa juga? "Hanya itu yang mampu perkataan Dessy ucapkan.

Dessy pabo! Dessy pabo! Kenapa nanya hal kayak gitu? Kenapa nanya hal kayak gitu? Pikirnya, mengutuk diri sendiri. Pikirnya, mengutuk diri sendiri. Donghae tertawa kecil. Donghae tertawa kecil.

“Aku Cuma nemenin Siwon berdoa kok,” katanya. "Aku Cuma nemenin Siwon berdoa kok," katanya.

Dessy tersenyum kaku. Dessy tersenyum kaku. Gue kira, loe yang doa, pikirnya. Gue kira, loe yang doa, pikirnya.

“Kamu buru-buru?” tanya Donghae. "Kamu buru-buru?" Tanya Donghae. Dessy mengangguk. Dessy mengangguk.

“Temenku sakit, aku mau ngebeli obat penurun demam,” jawab Dessy. "Temenku sakit, aku mau ngebeli obat penurun demam," jawab Dessy.

“Mau aku antar?” tanya Donghae. "Mau aku antar?" Tanya Donghae.

Jantung Dessy berdegup lebih cepat mendengar pertanyaan Donghae. Dessy jantung berdegup lebih cepat Mendengar pertanyaan Donghae. Dia menggeleng keras, meskipun hatinya maunya ngangguk keras. Dia menggeleng keras, meskipun hatinya maunya ngangguk keras.

“Nanti ngerepotin,” kata Dessy, beralasan. "Nanti ngerepotin," kata Dessy, beralasan.

“Gwencana, lagipula, hujannya kayaknya bakal lama, kasihan temen kamu,” kata Donghae, menarik tangan Dessy. "Gwencana, lagipula, kayaknya hujannya bakal lama, kasihan temen kamu," kata Donghae, menarik tangan Dessy.

Ya, ampun, nih orang mau ngebikin gue mati jantungannya? Ya, ampun, nih orang mau ngebikin gue mati jantungannya? Tuhan, tolong jangan cabut nyawa gue sekarang, pikir Dessy. Tuhan, tolong jangan cabut nyawa gue sekarang, pikir Dessy.

“Siwon! "Siwon! Nggak apa-apakan kalo dia ikut?” Donghae berteriak ke arah pria yang baru selesai berdoa. Nggak apa-apakan kalo dia ikut? "Donghae berteriak ke arah pria yang baru selesai berdoa.

Pria itu hanya tersenyum dan mengangguk. Pria itu hanya tersenyum dan mengangguk.


“Tuh, nggak apa-apa, ayo!” Donghae menarik Dessy ke arah mobil. "Tuh, nggak apa-apa, ayo!" Donghae Dessy menarik ke arah mobil. Siwon juga berjalan ke arah mobil. Siwon juga Berjalan ke arah mobil.

“Siwon imnida,” kata Siwon memperkenalkan diri ketika mereka sudah di mobil. "Siwon imnida," kata Siwon memperkenalkan diri Ketika mereka sudah di mobil. Siwon yang mengendarai. Siwon yang mengendarai.

“Dessy imnida,” balas Dessy. "Dessy imnida," balas Dessy.

“Eh, Siwon, ke apotek sebentar, mau beli obat,” kata Donghae. "Eh, Siwon, ke apotek sebentar, mau beli obat," kata Donghae.

“Hae, kamu sakit?” Siwon memandang Donghae cemas. "Hae, kamu sakit?" Siwon Donghae Memandang cemas.

“Bukan, temannya yang sakit,” Donghae menggeleng dan menunjuk Dessy. "Bukan, temannya yang sakit," Donghae menggeleng dan menunjuk Dessy.

“Oh,” komentar Siwon singkat. "Oh," Siwon komentar singkat.

Ketika Siwon menepikan mobil, Donghae menahan Dessy yang mau keluar dari mobil untuk membeli obat. Ketika menepikan mobil Siwon, Donghae Dessy menahan yang mau keluar dari mobil untuk membeli obat.

“Biar aku yang keluar,” kata Donghae. "Biar aku yang keluar," kata Donghae.

“Tapi,” Dessy menolak. "Tapi," Dessy menolak.

“Nanti kamu keujanan, nanti kamu sakit,” kata Donghae. "Nanti kamu keujanan, nanti kamu sakit," kata Donghae.

OMONA!!! OMONA! Perlu nggak sih dia ngomong kayak gitu?!!! Perlu nggak sih dia ngomong kayak gitu?!!!

Akhirnya Dessy tinggal di mobil dengan Siwon. Akhirnya Dessy tinggal di mobil dengan Siwon.

“Temennya Hae ya?” tanya Siwon. "Hae temennya ya?" Tanya Siwon. Dessy menggeleng. Dessy menggeleng.

“Lho,” Siwon menatapnya bingung. "Lho," Siwon menatapnya bingung.

“Baru ketemu tadi kok,” jelas Dessy. "Baru ketemu tadi kok," jelas Dessy. “Mianhamnida, aku ngerepotin ya?” kata Dessy, menunduk. "Mianhamnida, aku ngerepotin ya?" Kata Dessy, menunduk.

“Oh, nggak, nggak kok,” kata Siwon menggeleng. "Oh, nggak, nggak kok," kata Siwon menggeleng. Kemudian mereka berdua terdiam. Kemudian mereka berdua terdiam.

“Kamsahamnida, oppa,” kata Dessy sambil membungkuk ketika mereka sampai di apartemennya. "Kamsahamnida, Oppa," kata Dessy sambil membungkuk Ketika mereka sampai di apartemennya.

“Apa oppa mau mampir dulu, menunggu hujan?” tawar Dessy, ngarep. "Apa Oppa mau mampir dulu, menunggu hujan?" Tawar Dessy, ngarep. Donghae memandang Siwon. Memandang Donghae Siwon.

“Terserah aja, lagi nggak ada kegiatan ini,” kata Siwon. "Terserah aja, lagi nggak ada kegiatan ini," kata Siwon.

“Kalau begitu, kami mampir dulu ya,” kata Donghae, senang. "Kalau begitu, kami mampir dulu ya," kata Donghae, senang.

Mereka masuk ke dalam apartemen. Mereka masuk ke dalam apartemen.

“Lho, hyung?! "Lho, hyung?! Apa yang hyung lakukan disini?” Apa yang hyung Lakukan disini? "

“Donghae? "Donghae? Siwon?” Siwon? "


“Hyukkie? "Hyukkie? Ryeowook?” Ryeowook? "

Mereka berlima saling berpandangan, kaget. Mereka berlima saling berpandangan, kaget.

Dessy dan Nina ikut-ikutan cengo melihat mereka yang saling berpandangan. Dessy dan Nina ikut-ikutan cengo Melihat mereka yang saling berpandangan.

No comments:

Post a Comment